text

bagi info dari gu3
saya juga akan memberikan trik-trik dan software yang menarik buat anda.....
+++semoga bermanfaat+++

Sabtu, 04 Februari 2012

Amazon Kindle Fire Sekarang Menjadi Tablet Android Yang Paling Populer


Berbagai perusahaan teknologi besar pun beramai-ramai menjual Android di perangkat mereka, sebut saja Samsung dengan seri Galaxy Tab miliknya, Motorola dengan Motorola Xoom, atau yang paling baru, Amazon dengan Kindle Fire miliknya. Tablet Amazon Kindle Fire adalah salah satu pendatang terbaru untuk keluarga tablet Android, tetapi sudah berhasil naik ke puncak popularitas, melesat melewati Samsung Galaxy Tab.

Bicara mengenai Kindle Fire, ada kabar gembira untuk Amazon selaku pemasok dari Kindle Fire ini, dalam tiga bulan ini, ternyata kepopuleran tablet Android yang muncul belakangan ini bahkan melewati Samsung Galaxy Tab yang selama ini menjadi pemimpin pasar tablet Android yang kehadirannya bisa dikatakan sudah lebih dulu ada di pasaran.

Berdasarkan riset terbaru dari Flurry, perolehan pangsa pasar Kindle Fire dari November tahun lalu ke Januari tahun ini naik dari angka 3% ke 36%, Sedangkan untuk Galaxy Tab sendiri mengalami penurunan dari angka 64% ke angka 36%.

Diperkirakan peraihan pangsa pasar yang cukup baik ini karena harga Kindle Fire yang cukup terjangkau, hanya $199 saja di mana tablet Android lainnya sekitar $300.

Bocoran iPod Nano Terbaru


Apple sedang menyiapkan penerus generasi iPod Nano. Seperti yang kita tahu, iPod Nano generasi terakhir rilis, dapat digunakan seperti jam tangan.


Pada bocoran foto iPod Nano yang terbaru ini, terdapat camera. Sepertinya rumor yang sudah lama muncul dari tahun lalu nampaknya menjadi kenyataan. Sebuah modul camera terlihat pada bagian belakang. Beberapa foto yang kami kutip dari apple.pro terlihat jelas sekali bahwa itu adalah iPod Nano.
Seperti apa penampilan iPod Nano ini? Kapankah rilisnya? Hingga saat masih rumor, Apple sendiri apakah akan merubah designnya atau tidak masih belum ada yang tahu.

Galaxy S II Plus Ngebut dengan Prosesor 1.5 GHz?


Samsung memang telah menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk meluncurkan Galaxy S III di perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2012 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol.

Memang ini sedikit mengecewakan, namun untuk mengobatinya, vendor asal Korea Selatan itu kabarnya sedang mempersiapkan suatu perangkat baru untuk diperkenalkan pada acara itu. Konon, itu adalah Samsung Galaxy S II Plus.

Kami memang masih belum tahu banyak tentang perangkat ini, tapi berdasarkan data dari An3DBenchXL, perangkat terbaru Samsung tersebut akan berjalan di Android 2.3.4, layar WVGA, dan prosesor dual core 1,5 GHz CPU.

Sebelumnya Galaxy S II memiliki fitur prosesor dual core 1,2 GHz, sedangkan Sprint Galaxy Nexus dilengkapi dengan prosesor dual core 1,5 GHz CPU, jadi prosesor Galaxy S II Plus diharapkan akan sama.

saya masih belum yakin produsen prosesor mana yang akan dipilih Samsung, tapi kami percaya bahwa Samsung akan menggunakan prosesor Exynos.

Selain itu, perangkat ini akan menawarkan TouchWiz UI yang berjalan di atas Android 4.0, yang tidak akan Anda temui di Galaxy Nexus yang Google tidak mengizinkan.

Benarkah Android.Counterclank Berbahaya?

Symantec mengkategorikan Android.Counterclank sebagai malware yang patut diwaspadai, namun Lookout Security justru menganggap itu hanya sebuah platform baru para pengiklan.

Melalui blog resminya Symantec mengungkapkan temuan malware terbaru mereka yang disebut Android.Counterclank. Program ini ditemukan menyelinap dalam 13 aplikasi yang beredar di Android Market.

Berbeda dengan Symantec, Lookout Mobile Security yang juga penggelut program antivirus menganggap Android.Counterclank bukanlah malware seperti yang dikatakan Symantec, tapi hanya sebuah platform baru untuk memasarkan iklan.

"Hingga kini itu (counterclank-red) lebih terlihat sebagai sarana iklan yang sedikit melanggar batas privasi, bukan malware berbahaya. Tapi hal ini harus tetap diperhatikan dan kami akan coba cari solusinya," tulis Lookout.

Nah, perbedaan pendapat kedua vendor antivirus itu tentunya membuat bingung para pengguna Android. Lalu apa memang Android.Counterclank itu berbahaya?

Meski kedua vendor itu berbeda pandangan, namun keduanya kini sepakat bahwa Android.Counterclank tidak bisa dikategorikan seperti malware pada umumnya. Namun tetap saja keberadaan harus diwaspadai.

Sebab, Android.Counterclank tak hanya dianggap melanggar batas privasi, tapi juga memaksa para pengguna untuk merujuk ke situs tertentu dan menampilkan notifikasi yang amat mengganggu.

DIkutip detikINET dari pcmag, Sabtu (4/2/2012) meski bukan varian malware namun Counterclank dapat mengubah halaman muka browser dan menambahkan bookmark tanpa sepengetahuan pemilik ponsel.

Selasa, 31 Januari 2012

Telkom Berambisi Hadirkan Akses Data 100 Mbps


Telkom tengah menggarap pembangunan jaringan infrastruktur fiber optik nasional yang disebut sebagai Nusantara Super Highway. Infrastruktur ini pun diklaim sebagai backbone true broadband, yang mampu mengirim kecepatan data hingga 100 Mbps.

Penyelesaian jaringan ini sendiri akan ditambahkan dari Manado hingga Papua. Dimana pengerjaannya dilakukan pada awal tahun 2012 dan selesai diharapkan sebelum 2014.

Dengan penyelesaian pembangunan ini, maka jaringan infratruktur broadband nasional akan terhubung. Jaringan backbone Manado-Papua menghubungkan Ternate, Sorong, Manokwari, Biak, Jayapura hingga Timika.

Menurut Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmasyah, perseroan segera membuka tander dalam pembangunan backbone. "Jaringan Manado-Papua akan dimulai awal tahun depan, dan akan selesai 2013 akhir. Sebelum awal 2014 sudah harus selesai," katanya di Jakarta, Rabu (7/12/2011).

Jaringan broadband fiber optik sebelumnya juga telah terhubung, dan membentang dari ring Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Bali-Nusatenggara. "Jaringan ini jika telah terhubung akan terkoneksi seluruhnya. Seperti nama jaringan kami, Nusantara Super Highway," ucapnya.

Pengembangan infrastruktur dan sistem yang dilakukan Telkom merupakan antisipasi persaingan industri yang semakin ketat. Tidak hanya infrastruktur dalam, pengembangan fitur juga telah disiapkan.

"Pengembangan backbone dan akses akan kita lakukan ke rumah-rumah dan kantor sampai dengan 2015. Selain itu, kami juga melakukan transformasi budaya. Hingga karyawan tidak hanya kabel, tapi yang lain," tambah Rinaldi.

Infrastruktur backbone serat optik ini juga memungkinkan Telkom menyediakan layanan home digital environment, enterprise and government. Melalui Our Matra, dengan triple play and screen (3PS) serta cloud. Perseroan juga akan menghadirkan fitur IPTV, Smart TV dan Mobile.

"Seluruh pengembangan yang kita lakukan adalah konvergensi antara fixed dan selular, dengan menggabungkan backbone dan akses, serta flexi dan Speedy, dan memasukkan gambar di Grovia," lanjutnya.

"Untuk jaringan ke depannya, kita akan ganti kabel tembaga seluruhnya dengan fiber optik. 13 juta homepass sampai dengan 2015 dengan kecepatan antara 20-100 Mbps," Rinaldi menandaskan.

Kecewa CEO Baru, Saham RIM Merosot



Kanada - Thorsten Heins sepertinya tidak sukses memenangkan hati para investor. Dalam penampilan perdananya di hadapan analis dan para pemegang saham, CEO baru Research In Motion (RIM) ini berbicara selama 30 menit mengenai transisi kepemimpinan. Sayang, pasar menyambutnya dingin.

Sudah sangat lama, para pemegang saham RIM mengharapkan perubahan dan sesuatu yang baru di perusahaan pembesut BlackBerry tersebut. Beberapa tahun belakangan, perusahaan ini tergerus kedigdayaan Apple, platform Android dan karena salah langkah langkah mereka sendiri.

"Saya rasa bukan perubahan drastis yang kita butuhkan. Kita berkembang, namun ini bukan perubahan seismik," kata Heins dalam pernyataannya seperti dilansir Information Week, Selasa (31/1/2012).

Para analis menilai, Heins tampak lebih memilih fokus pada langkah eksekusi yang lebih baik, bukan perubahan strategi. Dia masih berpikir seperti Chief Operating Officer (COO), sesuai jabatan yang diembannya sebelum didapuk sebagai CEO.

Beberapa saat setelah pernyataan tersebut, saham RIM di bursa Toronto Stock Exchange jatuh 9,11 persen menjadi 15,60 dolar Kanada. Hal serupa terjadi di lantai bursa saham Nasdaq, dimana saham RIM turun USD 1,44 menjadi USD 15,56 atau mengalami penurunan 8,47 persen.

Yang menjadi pokok permasalahan adalah meski terdapat perubahan dalam kepemimpinan perusahaan RIM, namun sepertinya strategi RIM akan tetap sama. Keputusan ini dinilai tidak akan membawa perbaikan bagi perusahaan asal Kanada tersebut ke depannya.

Symantec baru saja menemukan malware baru yang telah menyerang 5 juta pengguna Andorid, namun menurut pakar antivirus lain itu bukanlah aplikasi jahat.

Anggapan tersebut diutarakan oleh Lookout Mobile Security, salah satu vendor yang sudah cukup lama berkecimpung di aplikasi keamaan ponsel pintar.

Menurut Lookout, sebagaimana dilansir pada blog resminya, counterclank yang menggunakan services Apperhand bukanlah virus tapi cuma SDK untuk menjalankan iklan pada aplikasi yang berjalan.

Hal ini tentunya sangat bertolak belakang dengan pendapat Symantec. Sebelumnya, produsen antivirus itu mengklaim counterclank merupakan malware yang berbahaya karena dapat mencuri data sensitif para korbannya.

Parahnya lagi, menurut Symanntec counterclank sudah menginfeksi jutaan pengguna Android melalui 13 aplikasi yang ada di Android Market.

"Hingga kini itu (counterclank-red) lebih terlihat sebagai sarana iklan yang sedikit melanggar batas privasi, bukan malware berbahaya. Tapi hal ini harus tetap diperhatikan dan kami akan coba cari solusinya," tulis Lookout, seperti dikutip di sini